Target Produksi Minyak Dipastikan Meleset Tahun Ini

Target Produksi Minyak Dipastikan Meleset Tahun Ini

- detikFinance
Jumat, 19 Agu 2011 16:30 WIB
Target Produksi Minyak Dipastikan Meleset Tahun Ini
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan tidak akan memenuhi target lifting minyak bumi pada tahun 2011. Target Pemerintah pada APBNP 2011 yang mencapai 945.000 barel per hari hanya akan menjadi mimpi belaka.

Deputi Operasi BP MIgas Rudi Rubiandini mengatakan, rata-rata lifting minyak bumi pada tahun 2011 ini hanya akan mencapai 915.000 barel per hari.

"Kami menghitung mudah-mudahan mencapai mencapai 915 ribu rata-rata tahun ini. Begini, 915 ribu itu fakta, 945 ribu itu target. Selalu bahwa target dan fakta sulit dicapai, kadang turun dan lebih," ujarnya setelah pelantikan di kantornya Jumat (19/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudi menjelaskan, banyak hal yang menjadi kendala target yang dicanangkan pemerintah sulit terealisasi. Beberapa masalah klasik seperti cuaca dan pembebasan lahan yang masih menjadi kendala.

"Kebanyakan diambil dari alam yang batuan berpori dan ada gangguan eksternal seperti masalah cuaca, kemudian masalah eksternal seperti pembebasan lahan, perizinan, pengadaan barang," tuturnya.

Akan tetapi, Rudi tetap akan mencoba memaksimalkan untuk mencapai target pada tahun ini. Dirinya juga akan menyusun program jangka panjang dan jangka pendek.

"Untuk jangka pendek memastikan seluruh program harus onstream, memperbaiki administrasi. Untuk jangka panjang kita mendorong teman-teman KKKS melakukan pengeboran eksplorasi," ujarnya.

Rudi menambahkan, apabila Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat mengebor 1-2 sumur, akan dapat menambah produksi untuk memenuhi target.

"Kalau saja 1-2 sumur setiap KKKS eksplorasi, minimal 100 sumur tiap tahun. Dari 100 sumur ada opportunity menambah produksi dari situ," katanya.

Lebih lanjut Rudi mengungkapkan, pada bulan November 2011 ini lifting akan mengalami peningkatan yang paling tinggi sampai dengan 930 ribu barel per hari. Namun, lifting yang tinggi tersebut menjadi timpang karena sebelumnya pernah turun sampai di bawah 900 ribu barel per hari pada awal tahun.

"Peak nya November mudah-mudahan bisa tercapai 930-an ribu barel, tapi karena kemarin sempat jatuh di bawah 900 jadi rata-rata tetap 915 ribu barel," imbuhnya.


(ade/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads