Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti dalam jumpa pers di Plaza Mandiri, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/8/2011).
"Kalau sekarang, menurut saya, maksimal bagi pemerintah untuk menaikan BBM itu 10%. Idealnya itu (kenaikan harga BBM) dilakukan pada awal tahun karena kalau mendekati 2013 sudah persiapan pemilu. Jangan berbarengan dengan kenaikan harga TTL (tarif tenaga listrik)," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Ekonom Bank Mandiri bahkan awalnya memperkirakan harga BBM bersubsidi akan naik 25% pada Maret-Juni 2012. Namun dengan perhitungan saat ini diperkirakan kenaikannya hanya 10%.
Menurut Destry, kenaikan TDL dan BBM masing-masing 10% tahun depan bakal membuat inflasi melonjak hingga 7%. Sementara di tahun ini karena kenaikan harga BBM subsidi ditunda, maka inflasi akan jinak di 5,1%.
"Inflasi pada 2011 kami perkirakan 5,1%, maksimum 5,3%. Di 2012 diperkirakan inflasi 7%, dengan adanya kenaikan tarif listrik 10% dan juga penyesuaian harga BBM 10%. Kalau cuma pembatasan BBM yang dilakukan, maka inflasi (2012) kami perkirakan 6,3%,β ujar Destry.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan kenaikan TDL 10% tahun depan bakal menyumbangkan inflasi sebesar 0,2%.
Sementara soal kenaikan harga BBM subsidi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan subsidi BBM tahun depan akan mencapai Rp 123,6 triliun.
"Itu cukup besar, jangan lagi melampaui itu harus dilakukan suatu pengurangan dengan menjaga suatu sistem distribusi tertutup yang baik," kata Hatta.
(nia/dnl)











































