Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro menyatakan untuk kenaikan TDL sebesar 10 persen maka terdapat tekanan inflasi hingga 0,5 persen. Sementara, kenaikan BBM sekitar 10 persen bisa memberikan tekanan antara 0,5 hingga 1 persen.
"Dampak inflasinya lebih besar (kalau menaikkan BBM). Kalau TDL itu di bawah 0,5 persen ya. Tapi kalau BBM itu di atas 0,5 persen, 0,5-1% bahkan lebih tergantung besaran kenaikkannya," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TDL tidak terlalu besar, kalau listrik itu lebih berpengaruh pada daya saing industri. Kalau biaya inputnya lebih besar porsinya," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Bambang, pihaknya tengah mengkaji rincian kenaikan TDL sehingga tidak memberatkan salah satu pihak saja.
"Kita ingin menyesuaikan tarif sesuai keadilan. Keadilan itu kan bukan hanya harus industri saja yang harus menanggung," tandasnya.
(nia/dru)











































