Pengamat ekonomi Anggito Abimanyu menyatakan kenaikan TDL sebesar 10% memang akan dapat menekan belanja subsidi hingga Rp 11,8 triliun.
"Kalau menaikkan TDL itu, hemat Rp 11,8 triliun," ujarnya dalam temu wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (24/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kuncinya di Biaya Pokok Penyediaan (BPP), penghematannya bisa lebih signifikan. Pemerintah tidak perlu menaikkan TDL kalau bisa gantikan BBM dengan gas," tegasnya.
Meskipun demikian, Anggito menambahkan jika pemerintah tidak melakukan kenaikan TDL sebesar 10% pada tahun depan, maka pemerintah harus menambah anggaran subsidi sekitar Rp 6 triliun.
"Misalkan kenaikan TDL ini tidak disetujui DPR, ada penolakan industri maka pembatalan kenaikan TDL menimbulkan risiko Rp 6 triliun," tandasnya.
(nia/hen)











































