Supir Angkot Ngeluh BBM Subsidi Dibatasi

Supir Angkot Ngeluh BBM Subsidi Dibatasi

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2011 12:18 WIB
Supir Angkot Ngeluh BBM Subsidi Dibatasi
Jakarta - Para pengemudi kendaraan umum mengaku keberatan jika nantinya pemerintah jadi 'menjatahi' konsumsi BBM Bersubsidi. Apalagi saat ini sudah dilakukan uji coba terhadap penggunaan alat deteksi BBM Bersubsidi melalui RFID (Radio Frequency Identification).

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pengendara angkutan umum, Turut (45 tahun) ketika ditanyai wartawan menjelang persiapan uji coba RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jl. Matraman Raya no. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/08/2011).

"Sebetulnya, kalau nanti dibatasi (jatah BBM Bersubsidi) kita keberatan," keluh Turut yang sudah hampir 10 tahun menjadi supir angkutan umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dikeluhkan olehnya karena untuk satu kendaraan dipakai oleh dua supir yang berbeda secara bergantian.

"Sebetulnya jika dijatahi 50 liter itu cukup-cukup saja, tapi kan gak enak dengan supir yang lain. Kalau setiap gantian kan harus kita isi full. Nah kalau ini jatahnya berkurang gimana?," cetusnya.

"Saya lebih baik gak usah dijatahi lah. Seperti biasa aja, apalagi kalau harganya dinaikin, itu lebih berat lagi," keluh Turut.

Dirinya mengakui, semakin hari penumpang semakin berkurang. Maka itu jika dijatahi BBM-nya, jelas akan memberatkan dirinya.

"Narik angkot kan gak bisa dipastiin, sekarang saja penumpang semakin berkurang. Makanya, mendingan seperti biasa aja lah," harapnya.

Seperti diketahui, hari ini pemerintah mencoba pemasangan alat deteksi BBM Bersubsidi dalam rangka melakukan pembatasan BBM Subsidi yang diakui selalu salah sasaran dan tidak tepat volumenya.

Kali ini pengujicobaan tersebut dipasangi pada 5 angkutan umum yang mewakili 50 kendaraan lain untuk trayek Senen-Kp.Melayu di Agustus ini.

Uji Coba Deteksi BBM Subsidi Salah Trayek

Uji coba pemasangan alat deteksi BBM Bersubsidi, yang dilakukan hari ini ternyata mengalami kekeliruan terhadap pemasangan kepada kendaraan umum yang seharusnya diujicobakan pada M01 Senen-Kp.Melayu. Uji coba yang dilakukan hari ini justru dipasang pada kendaraan M12 yang bertrayek Senen-Kota.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Herawati Legowo menyampaikan adanya keterlambatan angkutan umum M01 hari ini, sehingga terpaksa digunakan kepada M12.

"Ini kawan-kawan M01 telat datangnya, jadi terpaksa kita pakai M12 yang jurusan Senen-Kota," akunya, yang menghadiri uji coba RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jl. Matraman Raya no. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011).

Tapi, tegasnya, ini hanya berlaku sementara. Karena sesuai rencana awal, pihaknya akan memasang alat deteksi tersebut kepada angkutan umum M01 yang bertrayek Senen-Kp Melayu.

"Ini hanya sementara, yang pasti stiker yang dideteksi itu akan dipasang ke rute Senen-Kp.Melayu secara menyeluruh pada September nanti," tegas Evita.


(nrs/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads