Soal Alat Deteksi BBM, RI Ketinggalan 30 Tahun dari Singapura

Soal Alat Deteksi BBM, RI Ketinggalan 30 Tahun dari Singapura

- detikFinance
Kamis, 25 Agu 2011 13:22 WIB
Soal Alat Deteksi BBM, RI Ketinggalan 30 Tahun dari Singapura
Jakarta - Ternyata Indonesia ketinggalan 30 tahun dari negara tetangga Singapura soal mengurusi BBM bersubsidi dengan memakai alat deteksi semacam RFID (Radio Frequency Identification).

Hal tersebut diakui oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo dalam sambutannya pada acara uji coba pemasangan RFID di SPBU 3413102 Matraman, Jalan Matraman Raya No. 44, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2011).

"RFID ini sudah diujicobakan di negara tetangga kita, Singapura, 30 tahun lalu," ungkapnya sambil tersenyum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, katanya, alat deteksi yang direncanakan pemerintah digunakan untuk membatasi BBM bersubsidi tersebut pun sudah diterapkan terlebih dahulu oleh negara seperti Finlandia, Meksiko, Amerika, maupun Kanada.

"Tapi kita jangan berkecil hati. Kita mencoba ini kan dalam rangka mengatasi BBM bersubsidi yang masih salah sasaran dan tidak tepat volumenya," yakin Evita.

Evita menjelaskan, dengan dicobanya alat deteksi ini, pemerintah berharap ada hasil evaluasi yang akurat dan sesuai rencana. Mengingat rencananya pemerintah akan mencoba memasang alat tersebut kepada 250 angkutan umum M01 rute Senen-Kp.Melayu serta kepada empat SPBU pada akhir tahun ini.

"Mereka dijatahi 50 liter, tapi itu untuk perhitungan saja, mereka belum kita batasi. Kan ini masih uji coba," jelas Evita.

Evita menyampaikan, alat deteksi BBM ini disiapkan pemerintah dengan memakai anggaran sendiri melalui APBN 2011.

Seperti diketahui, hari ini pemerintah mencoba pemasangan alat deteksi BBM Bersubsidi dalam rangka melakukan pembatasan BBM Subsidi yang diakui selalu salah sasaran dan tidak tepat volumenya.

Namun, Evita menegaskan, meski setiap kendaraan dijatahi 50 liter sehari, pembatasan tetap tidak dilakukan. Ini hanya dilakukan dalam rangka uji coba untuk mencari hasil evaluasi yang diharapkan cocok.

Karena, selain menggunakan RFID, di akhir tahun ini pemerintah juga akan uji coba melakukan pembatasan BBM Subsidi dengan sistem cash back atau smart card di akhir tahun ini.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads