Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/8/2011).
"(Impor gas) masih terus diskusi, minggu lalu kan dari Iran kan datang. Berarti kan mereka serius juga," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita persaingkan harganya mana harga yang paling baik. Sejauh ini Iran dan Qatar kelihatannya," kata Dahlan.
Dikatakan Dahlan, saat ini urgensi gas untuk PLN sudah sangat mendesak, apalagi tahun depan subsidi listrik dikurangi sehingga PLN perlu melakukan efisiensi dengan mengalihkan bahan bakarnya dari solar menjadi gas sehingga lebih efisien.
Dahlan menargetkan untuk mendapatkan impor gas ini pada Januari tahun depan. Saat ini PLN kekurangan pasokan gas sebanyak 600 BPUTD.
(dnl/hen)











































