Exxon Garap 20 Sumur CBM di Kaltim

Exxon Garap 20 Sumur CBM di Kaltim

- detikFinance
Jumat, 26 Agu 2011 09:48 WIB
Jakarta - Perusahaan raksasa migas Amerika Serikat ExxonMobil Corp targetkan eksplorasi 20 sumur Gas Metana Batubara (CBM/Coal Bed Methane) yang ada di Kalimantan Timur. Pihaknya berencana melakukan eksplorasi selama tiga tahun ke depan sebelum nantinya akan mengevaluasi apakah proyek tersebut layak dilanjutkan atau tidak.

Demikian disampaikan Exploration Public and Goverment Affairs Manager ExxonMobil Oil Indonesia, Vasta C. Choesin yang ditemui di restoran Bebek Bengil, Jakarta, Kamis malam (26/8/2011).

"Jadi, untuk CBM, kami baru dalam tahap eksplorasi. Sekarang itu kami farm in di tiga blok yang ada di Kalimantan Timur, itu di blok Banjar-1, Banjar-2, dan blok Tapin. Kita targetkan 20 sumur," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkan oleh Vasta, sejauh ini pihaknya akan mematok eksplorasi tahap awal dalam tiga tahun ke depan. Mengingat pengembangan CBM akan membutuhkan banyak pilot test, maka itu setiap tahap eksplorasi akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Ini karena prosesnya berbeda dengan gas bumi seperti biasanya, maka itu ada beberapa pilot testing, kita lihat reserve (cadangan) ada berapa, potensi produksinya berapa. Sekarang ini baru tahap pertama, kita sudah keliling sejak Maret lalu," ungkapnya.

Vasta mengaku, bahwa pihaknya belum bisa menyampaikan berapa biaya yang disiapkan dalam eksplorasi tersebut. "Kita belum bisa sampaikan, yang pasti ini kita dari self-financing," jelas Vasta.

"Eksplorasi kita di sana, kita bekerjasama dengan PT Sugico Graha. Di mana kita memiliki 49% saham di tiga blok konsesi tersebut, sedangkan 51% dimiliki Sugico," tuturnya.

Ternyata, perusahaan asal negeri Paman Sam ini baru melakukan pertama kali pengembangan untuk CBM. Pihaknya melakukan pengembangan ini pula di negara Jerman.

"Jadi kita mengembangkan CBM ini baru di dua negara, Indonesia dan Jerman. Namun, sama seperti di Indonesia, di Jerman kita juga baru melakukan eksplorasi di sana," tambah Vasta.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads