Subsidi Listrik Pemerintah Ludes Rp 40,8 Triliun, Naik 26%

Subsidi Listrik Pemerintah Ludes Rp 40,8 Triliun, Naik 26%

- detikFinance
Selasa, 30 Agu 2011 15:02 WIB
Subsidi Listrik Pemerintah Ludes Rp 40,8 Triliun, Naik 26%
Jakarta - Selama semester I-2011 pemerintah telah menghabiskan anggaran Rp 40,8 triliun untuk subsidi listrik. Jumlah ini naik 26,3% karena jumlah pelanggan PLN bertambah 1.608.712.

Demikian keterangan Manajer Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto yang dikutip dari situsnya, Selasa (30/8/2011).

"Hingga pertengahan tahun ini, tercatat nilai subsidi pemerintah sebesar Rp 40,8 triliun, meningkat sebesar 26,3 % dibandingkan semester yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 27,8 triliun," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Bambang, pada semester I-2011, PLN telah menjual listrik sebesar 76.867,53 Giga Watt hour (GWh). Jumlah ini naik 14,8% dari periode yang sama tahun lalu.

Dengan maka pendapatan penjualan listrik PLN di semester I-2011 mencapai Rp 56,9 triliun atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 49,5 triliun.

"Meningkatnya penjualan tenaga listrik ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pelanggan yang selama semester I-2011 bertambah 1.608.712 pelanggan hingga total jumlah pelanggan per 30 Juni 2011 sebesar 43,3 juta. Di sisi lain, meningkatknya penjualan tenaga listrik juga bisa menjadi salah satu indikasi semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi," tutur Bambang.

Naiknya penjualan tenaga listrik berdampak pada meningkatnya pendapatan usaha PLN yang di semester I-2011 tercatat Rp 98,5 triliun, naik 26,4% dibandingkan semester I-2010 yang sebesar Rp 78,03 triliun.

Sementara itu, biaya bahan bakar dan pelumas yang digunakan untuk memproduksi listrik pada enam bulan pertama di 2011 tercatat Rp 58,03 triliun, meningkat sebesar 39,9% jika dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 41,47 triliun. Meningkatnya biaya bahan bakar ini, merupakan konsekuensi dari meningkatnya produksi tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian.

Secara konsolidasi pada semester I-2011 total nilai aset PLN meningkat sebesar 11,1% dibandingkan aset yang tercatat hingga akhir Desember 2010. Hingga Juni 2011, PLN mencatatkan nilai aset sebesar Rp 410,4 triliun, sementara pada akhir Desember 2010 tercatat sebesar Rp 369,5 triliun. Dari total nilai aset tersebut, nilai aset tidak lancar sebesar Rp 331,9 triliun dan aset lancar sebesar Rp 78,5 triliun.

Pada semester I-2011, PLN dapat membukukan laba bersih pada periode berjalan sebesar Rp 9,4 triliun, meningkat 16,2% dibandingkan semester I-2010 Rp 8,1 triliun.

Tercatatnya laba ini lebih dipengaruhi oleh meningkatnya subsidi listrik yang memberikan kontribusi sangat signifikan pada pendapatan usaha, margin subsidi sebesar 8% serta keuntungan bersih dari kurs mata uang asing.

Pada semester I-2011, PLN mencatatkan keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp 3,4 trilun. Diharapkan dengan kinerja keuangan yang positif, di tahun ini PLN semakin mampu memperlihatkan kinerja korporasi yang semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi operasi maupun kinerja keuangannya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads