Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
"Saya sudah berbicara dengan pengusaha dan mereka bisa menerima dan memahami kenaikan TDL dengan catatan ada pembicaraan secara komprehensif," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan tersebut, Hatta juga mengatakan pemerintah akan mempercepat program pembangunan PLTU 10 ribu megawatt (MW) yang menggunakan batubara sehingga bisa menghemat biaya operasi PLN.
Sebelumnya Hatta pernah mengatakan, kenaikan TDL di 2012 dilakukan selain untuk menurunkan jumlah anggaran subsidi, ada alasan lain dari kenaikan tersebut.
Menurut Hatta saat ini biaya produksi pembangkit listrik naik sehingga perlu ada penyesuaian TDL yang dilakukan.
"Sekarang biaya produksi pembangkit (BPP) sudah Rp 1.000 lebih per kwh. Sedangkan harga jual masih sekitar Rp 600-an, gap-nya masih jauh. Ada 2 pendekatan, kenaikan hanya salah satunya yang paling penting menurunkan BPP dengan mengganti penggunaan energi primernya," tutur Hatta.
Rencana kenaikan TDL ini masih akan dibahas bersama DPR. Kenaikan 10% itu merupakan kenaikan rata-rata yang nanti masih akan dibahas antara Menteri ESDM dan Komisi VII DPR.
(dnl/dnl)











































