Industri Jadi 'Biang Kerok' Penyelewengan BBM Subsidi

Industri Jadi 'Biang Kerok' Penyelewengan BBM Subsidi

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2011 12:30 WIB
Industri Jadi Biang Kerok Penyelewengan BBM Subsidi
Jakarta - Sampai saat ini industri masih menjadi pelaku utama penyelewengan BBM subsidi sehingga konsumsi BBM subsidi terus melewati batas kuota. Pemerintah mengaku akan mengawasi ketat penyewengan tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono ketika ditemui di kediaman Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).

"Penyelewengan biasanya karena penyelundupan ke industri. Ini (penyelewengan) terjadi hampir di seluruh daerah yang berhimpitan dengan industri. Jadi mereka menyewa mobil masyarakat untuk membeli BBM subsidi, kan ini tidak ada aturan laranganya," tutur Tubagus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu pihaknya bakal berkoordinasi dengan Pemda untuk memberantas penyelewengan BBM subsidi. "Tak boleh ada pembelian BBM yang berulang-ulang. Daerah yang diawasi seperti Sumatera, Kalimantan, dan Bangka Belitung," kata Tubagus.

Dikatakan Tubagus kuota konsumsi BBM subsidi dalam APBN-P 2011 sekitar 40,4 juta kiloliter sebenernya cukup jika tidak terjadi penyalahgunaan tersebut. Namun sampai saat ini menurut Tubagus, konsumsi BBM subsidi terus melewati kuota yang ditentukan.

"Karena itu kami sangat serius melakukan pengawasan penyalahgunaan ini," tukas Tubagus.

Konsumsi BBM Lebaran Naik

Selain itu, Tubagus mengatakan konsumsi BBM subsidi di jalur mudik lebaran di Jawa naik 30%. Ini terutama terjadi di jalu pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.

"Kenaikan konsumsi BBM di Pantura ini sangat signifikan yakni 30%. Tapi ini turun di lebaran karena kendaraan sepi," jelasnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads