Demikian disampaikan oleh Manager Media Pertamina Wianda A. Pusponegoro dalam keterangan, Kamis (1/9/2011).
Dalam data yang disampaikan dikatakan selain premium, konsumsi minyak tanah atau kerosene di Agustus mencapai 1,197 juta KL atau 0,1% di atas kuota yang ditetapkan. Kemudian konsumsi solar selama Agustus mencapai 9,443 juta KL atau 0,9% di atas kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Wilayah Indramayu, Cirebon, Kuningan, Losarang dan sekitarnya mencapai 1.160 KL atau 8% di atas kuota. BBM dipasok dari Balongan
- Wilayah Tegal, Brebes, Pemalang, Slawi, Pekalongan dan sekitarnya mencapai 952 Kl atau 35% di atas kuota. BBM dipasok dari Tegal
- Wilayah Semarang, Kudus, Demak, Pati dan sekitarnya mencapai 2.664 KL atau 4% di atas kuota. BBM. Dipasok dari Semarang
- Wilayah Tuban, Probolinggi, Paiton, Mojokerti dan sekitarnya mencapai 1.112 KL atau 36% di atas kuota. BM dipasok dari Tuban
- Wilayah Banyuwangi dan sekitarnya mencapai 1.352 KL atau 22% di atas kuota. BBM dipasok dari Tanjung Wangi
- Wilayah Garut, Sumedang dan sekitarnya mencapai 1.008 atau 21% di atas kuota. BBM dipasok dari Tasikmalaya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan konsumsi BBM subsidi di jalur mudik lebaran di Jawa naik 30%. Ini terutama terjadi di jalu pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.
"Kenaikan konsumsi BBM di Pantura ini sangat signifikan yakni 30%. Tapi ini turun di lebaran karena kendaraan sepi," jelasnya.
(dnl/dnl)











































