Kuota BBM Subsidi Sudah Tembus 27 Juta KL di September

Kuota BBM Subsidi Sudah Tembus 27 Juta KL di September

- detikFinance
Sabtu, 03 Sep 2011 17:36 WIB
Kuota BBM Subsidi Sudah Tembus 27 Juta KL di September
Jakarta - Terhitung sejak Januari 2011 hingga awal September 2011, kuota BBM bersubsidi sudah menembus angka 27 juta KL. Hal ini sudah mengalami over kuota jika dihitung berdasarkan kuota per bulannya.

Bahkan, angka tersebut sudah mendekati kuota dalam APBN-P 2011 yang ditetapkan sebanyak 40,4 juta KL hingga akhir tahun 2011.

Dalam data yang disampaikan pihak PT Pertamina (Persero) selaku operator yang mendistribusikan BBM bersubsidi, pada 2 September 2011, BUMN minyak tersebut mencatat realisasi penyaluran BBM Nasional sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Premium: 16.740.270 KL
  • Kerosene (Minya Tanah) 1.208.593 KL
  • Solar: 9.481.226 KL
  • Total: 27.430.089 KL

Sejauh ini, konsumsi Premium mengalami over kuota sebesar 1,8%, sedangkan untuk Solar mengalami over kuota sebanyak 0,5%. Hanya BBM jenis Kerosene saja yang tidak mengalami over kuota.

Hal ini terjadi kenaikan konsumsi hingga 16,5% jika dibandingkan dengan realisasi Januari 2011 hingga Juli 2011 yang mencapai 23.602.639 KL.

Seperti diketahui, sejauh ini konsumsi BBM bersubsidi masih terus mengalami over kuota. Apalagi pada masa Lebaran seperti ini, konsumsi terhadap BBM masih tinggi akibat masih banyaknya arus mudik masyarakat.

Bahkan, dari 11 Terminal BBM yang tersebar di beberapa wiayah Indoneia, penyaluran BBM-nya pun masih mengalami over kuota sampai Jum'at (2/9/2011) kemarin.

  • Wilayah Merak, Cilegon, Pandeglang, Lebak dan sekitarnya mencapai 1.616 KL over kuota 15%. BBM dipasok dari Tanjung Gerem. (Turun 3% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Lampung dan sekitarnya mencapai 1.832 KL over kuota 4%. BBM dipasok dari Panjang dan Lampung (Naik 7% dari sehari sebelumnya -11%)
  • Wilayah Cikampek, Subang, Karwang, Bekasi, Pamanukan dan sekitarnya mencapai 2.304 KL over kuota 2%. BBM dipasok dari Cikampek. (Turun 3% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Indramayu, Cirebon, Kuningan, Losarang dan sekitarnya mencapai 2.016 KL melebihi kuota 88%. BBM dipasok dari Balongan. (Naik 22% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Tegal, Brebes, Pemalang, Slawi,Pekalongan dan sekitarnya mencapai 1.320 KL melebihi kuota 87%. BBM dipasok dari Tegal. (Naik 20% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Semarang, Kudus, Demak, Pati dan sekitarnya mencapai 3.072 KL melebihi kuota 20%. BBM dipasok dari Semarang. (Turun 1% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Tuban, Probolinggo, Paiton, Mojokerto dan sekitarnya mencapai 1.176 KL melebihi kuota 43%. BBM dipasok dari Tuban. (Turun 3% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Banyuwangi, Situbondo dan sekitarnya mencapai 1.120 KL melebihi kuota 9%. BBM dipasok dari Tanjung Wangi. (Turun 12% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Garut, Sumedang dan sekitarnya mencapai 1.432 KL melebihi kuota 72% . BBM dipasok dari Tasikmalaya. (Turun 15% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Bandung dan sekitarnya mencapai 2.448 KL melebihi kuota 15%. BBM dipasok dari Ujung Berung. (Turun 7% dari sehari sebelumnya)
  • Wilayah Surabaya, Gresik dan sekitarnya mencapai 5.992 KL melebihi kuota 6%. BBM dipasok dari Surabaya. (Turun 4% dari sehari sebelumnya)

Berdasarkan paparan tersebut, secara garis besar konsumsi BBM mulai mengalami penurunan, namun tetap semuanya masih melebihi kuota yang ditetapkan untuk kebutuhan penyaluran harian.

Dari 11 terminal BBM milik Pertamina, hanya 3 Terminal yang mengalami kenaikan kuota penyaluran BBM dibandingkan dengan sehari sebelumnya, yakni Terminal BBM Panjang/Lampung, Terminal BBM Balongan, dan Terminal BBM Tegal. Sisanya mengalami penurunan.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads