BP Siap Pasok Listrik 20 MW Untuk Kota Bintuni

BP Siap Pasok Listrik 20 MW Untuk Kota Bintuni

- detikFinance
Selasa, 06 Sep 2011 12:58 WIB
Jakarta - Perusahaan migas asing, BP siap memasok gas yang langsung dijadikan listrik sebesar 20 MW dari blok Tangguh untuk keperluan listrik di kota Bintuni, Papua.

Demikian hal tersebut diutarakan R. Priyono, selaku Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) di Gedung YTKI, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/9/2011).

"Jadi itu ada pasokan gas sebesar 5 mmscfd, rencananya kita mau kirim dari Tangguh. Tapi itu bukan gasnya, tapi langsung listriknya yang setara dengan 5 mmscfd. Pihak BP setuju," kata Priyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Priyono, gas 5 mmscfd yang setara 20 MW itu akan dibeli langsung oleh pihak PLN melalui pembangunan jaringan kabel bawah bawah laut.

"Jadi PLN yang akan bangun infrastruktur kabelnya di bawah laut. Ini baru pembicaran awal saja, nanti kita akan bicarakan MOU-nya. Jadi dikasih listrik langsung dari tangguh, 5 mmscfd setara 20 MW," tuturnya.

Menurut Priyono, sejauh ini hal tersebut masih dalam pembahasan antara pihak PLN dan juga pihak BP akan seperti apa mekanismenya.

"Kita sih setuju, daripada pak Dahlan (Dahlan Iskan, Direktur Utama PLN) harus bangun pembangkit sendiri untuk olah gasnya, jadi lebih efisien untuk BP langsung kasih gasnya sendiri," lanjut Priyono.

Untuk masalah harga, dirinya menilai tidak akan ada masalah. Mengingat pihak PLN sendiri dipastikan akan mau membayar harga gas yang nantinya bakal disepakati.

"Pak Dahlan kan berani beli mahal, itu sudah harga spesial. Pasti tidak di atas US$ 10," ucapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan meminta persetujuan BP Migas untuk mendapatkan pasokan gas minimal 2 bbtud demi memenuhi kebutuhan listrik di kota Bintuni. Rencananya gasnya diambil dari blok Tangguh ataupun dari blok Kasuri yang berdekatan dengan bintuni.

Hal ini diungkapkan olehnya ketika mengadakan kunjungan ke kota tersebut. Namun di sana sedang ada pemadaman 10 hari karena belum ada pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak).

"Kita ngomong ke pihak Bupati sana dan DPRD setempat supaya teriak keras untuk dapat gas dari Tanbgguh. Saya istilahkan, dua sendok pun sudah terima kasih. Masa' dari cadangan sampai 1000 bbtud, sekitar 2 sendok saja gak dikasih," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu.

Pihaknya meminta kepada pihak BP Migas untuk mengalokasikan gas sebesar minimal 2 bbtud untuk dipasok ke Bintuni dan wilayah sekitarnya.

Jika hal tersebut terlaksana, pihak PLN siap untuk membeli PLTGM (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Machine) dengan kapasitas 10 MW. Dari blok Tangguh, rencananya akan dihubungkan jaringan listrik bawah laut dengan kapasitas 20 KV menuju wilayah Bintuni dengan panjang capai 40 km.

"Jika disetujui, maka PLN akan langsunp siapkan untuk beli Gas Engine berkapasitas 10 MW dan itu bisa dibangun dekat tangguh," terangnya.

Bahkan pihak PLN mengaku siap rogoh dana hingga US$ 6,5 juta untuk pengadaan PLTMG tersebut. Sejauh ini, di wilayah Bintuni hanya dipasok 5 MW. Mereka pun masih menggunakan BBM dimana membutuhkan waktu untuk membawa stok BBM dari wilayah Sorong, Papua.

"Maka itu, kalau BP Migas sepakat beri gas, maka tahun ini kita bisa selesaikan tahun ini juga," katanya.

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads