Menteri ESDM Janji Listrik Tak Naik Untuk Orang Miskin

Menteri ESDM Janji Listrik Tak Naik Untuk Orang Miskin

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2011 10:08 WIB
Menteri ESDM Janji Listrik Tak Naik Untuk Orang Miskin
Jakarta -

Pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 10% mulai April 2012. Namun kenaikan TDL ini dijanjikan pemerintah tak akan berlaku untuk rakyat miskin.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam pernyataan yang dikutip dari situs Kementerian ESDM, Kamis (8/9/2011).

"Untuk rakyat tidak mampu, tarif listrik tidak akan naik," tegas Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Darwin mengatakan masyarakat mampu agar bersiap terhadap rencana kenaikan TDL ini, dan Darwin meminta masyarakat untuk tidak panik.

Menurutnya, kenaikan TDL ini dilakukan karena kenaikan harga BBM dan batubara yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik di Indonesia,

"Hal ini dipengaruhi naiknya harga BBM maupun batubara dalam situasi tertentu," ujar Darwin.

Darwin menuturkan PLN akan terus mengupayakan pemanfaatan energy mix non BBM untuk bahan bakar pembangkitnya, khususnya gas dan tenaga air, mengingat makin tingginya harga BBM yang menyebabkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik menjadi tinggi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dalam RAPBN 2012 pemerintah membuat kebijakan menurunkan anggaran subsidi termasuk subsidi listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Untuk listrik, subsidi diturunkan cukup signifikan dari Rp 65 triliun di 2011 menjadi Rp 45 triliun di 2012. Agus Marto menyatakan penurunan tersebut diiringi dengan kenaikan TDL sebesar 10% di April 2012.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, saat ini biaya produksi pembangkit listrik naik sehingga perlu ada penyesuaian TDL yang dilakukan.

"Sekarang biaya produksi pembangkit (BPP) sudah Rp 1.000 lebih per kwh. Sedangkan harga jual masih sekitar Rp 600-an, gap-nya masih jauh. Ada 2 pendekatan, kenaikan hanya salah satunya yang paling penting menurunkan BPP dengan mengganti penggunaan energi primernya," tutur Hatta beberapa waktu lalu.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads