Kendaraan Membludak, Kuota BBM Subsidi 2011 Bobol Lagi

Kendaraan Membludak, Kuota BBM Subsidi 2011 Bobol Lagi

- detikFinance
Kamis, 08 Sep 2011 13:22 WIB
Kendaraan Membludak, Kuota BBM Subsidi 2011 Bobol Lagi
Jakarta - Selain Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), PT Pertamina (Persero) juga memperkirakan kuota konsumsi BBM subsidi akan 'bobol' dari target APBN-P 2011 yang sebesar 40,4 juta kiloliter (KL).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam rapat dengar pendapat bersama Anggota Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

"Penyaluran BBM PSO (bersubsidi) tahun 2011 diperkirakan akan melampaui kuota APBN-P 2011 karena beberapa hal," singkat Karen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karen memaparkan lebih lanjut, alasan perkiraan BBM bersubsidi akan melampaui kuota APBN-P 2011 disebabkan adanya pertumbuhan realisasi konsumsi 5 tahun terakhir untuk premium sebesar 8% per tahun ditambah juga adanya pertumbuhan konsumsi solar 6% per tahunnya.

Selain itu, katanya, rata-rata pertumbuhan kendaraan mencapai 14,73% per tahun (dari tahun 2000-2009). "Tahun 2009 terhadap 2008, mobil penumpang tumbuh sebesar 5,1%, Bus tumbuh 5,7%, Truk 0,8%, Sepeda Motor 10%," jelas Karen.

"Target pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6,4% dan 2012 sebesar 6,9% akan menambah demand terhadap BBM bersubsidi," tambahnya.

Kemudian, pertumbuhan jumlah penduduk yang mencapai 15,2% pada periode 2000 hingga 2010 juga ikut mempengaruhi tingginya konsumsi BBM bersubsidi.

Ditambah juga dengan adanya pertumbuhan infrastruktur jalan. Sepanjang 2009 terhadap 2008, jalan negara bertambah dari 34.628 km menjadi 38.570 km. Jalan provinsi bertambah dari 40.125 km menjadi 48.020 km. Sedangkan jalan kabupaten bertambah dari 363.006 km menjadi 389.747 km.

"Harga minyak dunia yang terus meningkat pun ikut mempengaruhi karena menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara BBM yang disubsidi dan yang tidak disubsidi. Sehingga terjadi migrasi konsumen dari BBM Non PSO (Non-subsidi) ke BBM PSO," ujarnya.

Seperti diketahui, sampai September ini, realisasi penyaluran BBM Bersubsidi sudah mencapai angka 27 juta KL. Ini sudah melebihi 50% dari angka kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar 40,4 juta KL.

Diperkirakan pihak BPH Migas, jika tidak dilakukan tindakan pembatasan terhadap BBM bersubsidi, maka kuota BBM bersubsidi bisa tembus hingga 41 juta KL. Mengingat selain masih tingginya disparitas harga ataupun pertumbuhan kendaraan, penyelewengan terhadap BBM bersubsidi hingga saat ini pun kerap terjadi.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads