Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan dalam rapat dengar pendapat bersama pihak Anggota Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2011).
"Kami itu merencanakan agar PLTGU Muara Karang lebih baik diberhentikan saja operasinya selama belum mendapatkan pasokan gas. Namun itu dengan syarat pembangunan Lontar-Tangerang selesai," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita saat ini sedang cari cara untuk selesaikan itu. Dan pimpinan proyek transmisi tersebut optimistis dapat selesai di November, maka Januari ini kita bisa memasukkan jaringan listrik dari Pembangkit Lontar dan masuk ke Muara Karang. Maka pasokan BBM di Muara Karang bisa dihentikan," jelasnya.
"Kalau ini bisa selesai pembangunannya, maka kita bisa hemat pemakaian 1 juta KL BBM yang selama ini dipasok untuk Muara Karang (karena belum ada pasokan gas)," tambah Dahlan.
Sejauh ini, memang pihak PLN masih kekurangan pasokan gas. Maka itu dalam rapat hari ini, Dahlan sempat mempertanyakan kapan pihaknya mendapatkan komitmen gas.
"Untuk pembangunan transmisi tersebut, kita terus mengupayakan. Karena ini pemilik tanahnya tidak mau dibebaskan lahannya. Kami tidak mungkin memaksa karena kami terpadu ini punya petani yang tidak ada listrik dan dia merupakan korban pembangunan ketika digusur untuk pembangunan bandara Cengkareng. Kalau kami bayar dengan harga khusus itu nanti bisa melanggar ketentuan," tukas Dahlan.
(nrs/dnl)











































