"Kalau alasannya karena listrik harusnya tidak," kata Dahlan ditemui di Gedung DPR pada rapat dengar pendapat bersama anggota Komisi VII DPR RI, Senayan, Kamis (8/9/2011).
Dahlan melanjutkan, menurutnya dari segi kecukupan listrik, pengembangan listrik Indonesia dari tahun ketahun semakin berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya berdasarkan data yang ada, cadangan listrik di dalam negeri pun semakin hari semakin baik. Pada saat ini, cadangan listrik nasional sudah mencapai 25%.
"Tahun ini, berdasarkan data ya, yang disebut dengan cadangan listrik itu sudah mencapai 25%. Kalau dulu kan masih pas-pasan tapi sekarang cukup," ungkapnya.
Selain itu, untuk kerusakan fasilitas PLN seperti trafo sudah bisa dikurangi. Sebelumnnya keruasakan pada trafo bisa mencapai 10 sekali dalam setahun, namun sekarang sudah bisa diminimalisir menjadi lima kali.
"Kerusakan pendulang dulu kan sampai 50 kali, sekarang sudah bisa ditekan menjadi belasan kali," jelasnya.
"Ya saya kira anda tahu lah (perkembangan listrik). Dulu kan tidak cukup, di 2010 cukup, dan sekarang lebih cukup lagi. Tapi kalau memang (oleh WEF) alasannya karena listrik, saya akui lah yang payah lah," timpal Dahlan dengan senyum ringan.
(nrs/hen)











































