Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus Haryono yang ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Kamis (8/9/2011).
"Sebenarnya yang kami undang banyak sekali. Tapi yang mengembalikan dokumen penawaran hanya empat perusahaan. Pertamina, AKR, Petronas, dan Surya Pana Niaga," kata Tubagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, banyak peserta tender kembali menghitung persoalan pendistribusian BBM Bersubsidi tersebut di tahun depan.
"Seperti misalnya, Shell, mereka mengirimkan surat pengunduran diri dalam tender karena memperhitungkan soal return perusahaan. Jawa- Bali masih kami tutup karena kami ingin adanya perkembangan infrastruktur untuk luar kedua pulau tersebut," ungkapnya.
Seperti diketahui, untuk tahun ini, BPH Migas telah menetapkan bahwa PT AKR Corporindo dan PT Petronas Niaga Indonesia untuk mendampingi Pertamina sebagai penyalur BBM PSO. AKR dan Petronas akan menyalurkan BBM bersubsidi di luar Jawa-Bali.
Secara keseluruhan dari kuota 38.591.056 KL, Pertamina menyalurkan BBM PSO 38.467.396 KL (99,68%), AKR Corporindo menyalurkan sebanyak 103.220 KL (0,27%), dan PT Petronas Niaga Indonesia menyalurkan sebanyak 20.440 KL (0,05%) untuk tahun 2011 (sebelum ada perubahan volume BBM di APBN-P 2011).
(nrs/qom)











































