"Jadi Bos INPEX intinya menyampaikan perkembangan pembangunan lapangan gas abadi yang terletak di Blok Masela," kata Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat kepada wartawan usai pertemuan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Pembangunan lapangan gas di Blok Masela oleh perusahaan eksplorasi minyak dan gas dari Jepang, INPEX Corporation telah disetujui rencana pengembanganya oleh pemerintah pada Desember 2010 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yopie mengatakan, kapasitas lapangan gas ini bisa menghasilkan 2,5 juta matrix ton per tahun. Lapanan gas ini selain menghasilakan gas, juga minyak 8.400 barrel per hari. Diperkirakan lapangan gas ini akan mulai beroperasi awal tahun 2012.
Cadangan gas di Blok Masela diperkirakan sangat besar. Bahkan potensi yang diketahui di blok ini hanya seperlima dari potensi cadangan sebenarnya.
"Diperkirakan mencapai 9 triliun cubic feet ini baru tahap pertama. Yang diketahui baru seperlima dari Blok Masela. Blok masela ini blok paling potensial untuk pengembangan gas," terang Yopie.
Β
Menanggapi laporan bos INPEX, Boediono mengatakan gas bukan hanya sebagai komoditas untuk penghasil devisa atau mendapatkan penghasilan negara.
"Gas juga harus menjadi basis dan tulang punggung Indonesia sebagai sumber industri rumah tangga maupun transportasi. Penting untuk memikirkan pembangunan infrastruktur agar gas yang dihasilkan dapat menopang perekonomian Indonesia," jelas Yopie menirukan ucapan Boediono.
(gun/hen)











































