Produksi Gas 14 Perusahaan Migas 'Kinclong'

Produksi Gas 14 Perusahaan Migas 'Kinclong'

- detikFinance
Selasa, 13 Sep 2011 18:07 WIB
Produksi Gas 14 Perusahaan Migas Kinclong
Jakarta - Sebanyak 14 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas di Indonesia menunjukkan produksi gas yang menggembirakan. Produksi gas 14 KKKS ini telah melampaui target APBN-P 2011.

Dalam keterangan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) dikatakan, perusahaan migas yang telah melampaui target lifting gas tertinggi adalah ExxonMobil Oil Indonesia dengan produksi hingga 417 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Ini lebih tinggi 89,18 mmscd dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011.

Selain itu, Chevron Indonesia Company juga telah mencapai lifting gas hingga 141 mmscfd. Lebih tinggi 53,58 mmscfd dari target APBN-P 2011 sebesar 87 mmscfd.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, posisi ketiga ditempati oleh Premier Oil Natuna Sea B.V dengan lifting gas mencapai 145 mmscfd. Lebih tinggi 18 mmcsfd dari target sebesar 126 mmcfd.

Sementara lifting gas Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd mencapai 119 juta kaki kubik per hari, lebih tinggi 16,87 juta kaki kubik per hari dibandingkan target dalam APBNP-2011.

Kemudian PHE-West Madura Offshore mencapai lifting gas hingga 157 mmscfd. Lebih tinggi 8,03 mmscfd jika dibandingkan dengan target pada APBN-P 2011 sebesar 149 mmscfd.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Operasi BP Migas, Rubi Rubiandini berharap 14 KKS yang telah melampaui target APBN-P 2011 dapat menjadi contoh bagi KKKS lainnya supaya meningkatkan produksi maupun lifting gasnya.

"Semua unsur pemerintah maupun KKKS harus bekerja keras bersama-sama untuk dapat terus meningkatkan produksi dan lifting gas nasional sesuai target yang telah ditetapkan," katanya di Jakarta, Selasa (13/9/2011).

KKKS lainnya yang lifting gasnya telah melampui target adalah Energy Equity EPIC (Sengkang) Pty. Ltd., Kalila (Bentu) Operator Pty. Ltd., Triangle (Pase), JOB-PetroChina East Java, JOB P-Costa Int. Group Ltd, PHE-ONWJ, Medco E&P Ind. (S&C Sumatra), Kangean Energy Ind. Ltd., PetroChina Int. (Bermuda) Ltd.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads