Stop Listrik di Gili Trawangan, PLN Minta Pemda Tanggung Jawab

Stop Listrik di Gili Trawangan, PLN Minta Pemda Tanggung Jawab

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2011 17:13 WIB
Stop Listrik di Gili Trawangan, PLN Minta Pemda Tanggung Jawab
Jakarta - PT PLN (Persero) meminta Pemda NTB untuk bertanggung jawab menyelesaikan masalah lahan di Gili Trawangan Lombok Utara, NTB jika ingin wilayah pariwisata ini terus dapat dialiri listrik.

General Manager PLN NTB Satri Fanalu mengatakan, PLN memang akan 'hengkang' dari Gili Trawangan karena disuruh membayar lahan tempat berdirinya pembangkit listrik tenaga diesel milik PLN oleh PT Wanawisata Alam Hayati (WAH) yang mengklaim memiliki lahan tersebut.

Padahal, menurut Satri, PLN membangun pembangkit listrik di atas lahan tersebut atas permintaan Pemda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Gili Trawangan ini kita diminta untuk membangun listrik. Kita bersedia tapi kita tidak ada lahan dan Pemda mencarikan lahan. Lalu diberikan lahan itu untuk kita gunakan. Entah bagaimana lahan itu di 1998 dikuasai oleh PT WAH," jelas Satri kepada detikFinance, Rabu (14/9/2011).

Satri menyatakan, tanah tempat PLN mendirikan pembangkit listrik itu telah berhasil menerangi masyarakat, industri, dan pariwisata di kawasan itu.

"Kita ingin komitmen di awal. Kalau Pemda komitmen beri itu (lahan) ke kita, ya kita bantu," jelas Satri.

Menurut Satri, PLN tidak pernah diminta Pemda untuk membeli lahan tersebut. Malahan pihak Pemda yang meminta PLN untuk membangun pembangkit listrik di wilayah tersebut.

"Ini jadi permasalahan, kita bingung kenapa disuruh beli Kalau nggak diizinkan di situ, mau dikemanakan pembangkitnya. Jadi kita minta jalan tengah dari Pemda," kata Satri.

"Sekarang kita tunggu respons dari Pemda, Kita harap Pemda komit dari kesepakatan awal. Jadi tanggung jawab Pemda untuk menyelesaikan itu. Ini listrik kan dibutuhkan masyarakat. Kenapa nggak diselesaikan?" tukas Satri.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setprov NTB Nasibun mengatakan Industri pariwisata di Gili Trawangan Lombok Utara, NTB terancam tiarap lantaran PLN Wilayah NTB berencana menghentikan pasokan listrik di kawasan ramai wisatawan itu.

PLN mengaku tak punya uang untuk membayar lahan seluas 30 are tempat mereka mengoperasikan pembangkit tenaga diesel di pulau wisata seluas 300 hektare itu. Karena itu, PLN memilih hengkang.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads