"Kita targetkan pembangunan fisiknya selesai dalam 20 bulan ke depan," kata CEO Bosowa Erwin Aksa saat penandatanganan kerja sama antara PT Bosowa Duta Energasindo, anak usaha Bosowa, dan PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT Budi Bakti Prima serta PT Mursa Utama Sulselra di Menara Karya, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2011).
Menurut Erwin, kehadiran terminal ini sangat mendesak di kawasan timur karena meningkatnya kebutuhan gas seiring berlangsungnya program pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas. Proyek ini kerjasama antara kelompok usaha Bosowa dan PT Pertamina (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirut PT Bosowa Duta Energasindo Reno Junizwan memaparkan dalam proyek tersebut, pihaknya akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara PT Wijaya Karya Tbk (Persero) dalam pembangunan konstruksi fisik offshore terminal.
"Kita gandeng Wika sebab mereka sudah punya pengalaman panjang di konstruksi. Ini nilai tambah juga buat kita," katanya.
Bosowa Duta juga menggandeng PT Mursa Utama Sulselra untuk pembangunan pipa ke lepas pantai sepanjang 5,3 Km, dan PT Budi Bakti Prima untuk pembangunan GT offshore.
"Kami juga memberdayakan perusahaan-perusahan lokal di Makassar seperti PT Budi Bakti Prima dan PT Mursa Utama Sulselra. Di perusahaan ini banyak putra-putri daerah lulusan Universitas Hasanuddin yang kompeten mengerjakan proyek ini," jelasnya.
(hen/dnl)











































