"CIBT bertujuan untuk menjadi operator terminal batubara kelas dunia sekaligus membangun reputasi yang kuat. Hal ini menjadi tantangan terbesar untuk MTD sebagai pemain baru dalam industri perpelabuhan," kata Presiden dan CEO MTD Group Dato' Azmil Khalid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/9/2011).
CIBT mulai diresmikan pengoperasiannya Selasa (20/9/2011). Pihak pengelola CIBT mendapat hak khusus dari anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KS) yaitu PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengembangkan, menjalankan dan mengoperasikan terminal tersebut selama 32 tahun sejak 13 Juli 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cigading international bulk terminal mempunyai teknologi dan peralatan penanganan batubara yang mampu menjamin keamanan dan kesehatan lebih baik serta ramah lingkungan dan oleh sebab itu terminal ini dapat diperhitungkan oleh pemain industri kelas dunia," katanya.
Proyek CIBT pertama kali dibangun pada Juni 2008. Setelah proses pembangunan selama 3 tahun, CIBT resmi beroperasi kemarin.
(hen/dnl)











































