Demikian hal tersebut secara implisit diutarakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai menghadiri rapat kerja bersama Anggota Komisi VII DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2011).
"Kajian itu sudah komprehensif kita serahkan kepada anggota dewan untuk pelajari lebih lanjut," katanya usai menyerahkan kajian tentang asumsi kelistrikan kepada ketua Komisi VII DPR tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya pemerintah menentukan seperti itu berarti sudah selaras dengan pemikiran yang berkembang dalam kajian. Tapi saya tidak bisa mendahului, biarkan kajian itu dipelajari dulu," katanya.
Ditegaskan olehnya posisi pemerintah sudah jelas untuk total subsidi listrik tahun depan dengan anggaran Rp 40 triliun di tambah carry over sebesar Rp 5 triliun di 2010. Selain itu, dalam kajian tersebut juga dibahas mengenai pasokan gas bagi PLN, pasokan batubara, losses kelistrikan, efisiensi listrik, hingga kenaikannya terhadap TDL.
"Itulah yang menyangkut kenaikannya. Itu menjadi subject to discussion, karena variabel-variabel tersebut berkembang, dan ada asumsinya di situ," tambah Hatta.
Seperti diketahui, hari ini pemerintah dan Komisi VII DPR dijadwalkan membahas mengenai asumsi sektor listrik yang akan diusulkan dalam RAPBN 2012. Namun rapat hari ini, pemerintah memberikan kajian khusus kepada anggota Komisi VII untuk nantinya dipelajari sampai dilanjutkan pada Senin (26/9/2011) depan.
Dalam kajian tersebut dibahas mengenai segala asumsi terkait kelistrikan di 2012 nanti. Pemerintah menyampaikan kajian tersebut sudah cukup komprehensif.
(nrs/dnl)











































