Hal ini diungkapkan oleh Deputi Operasional BP Migas, Rubi Rubiandini dalam diskusi publik Pengelolaan Sektor Energi Nasional di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (23/9/2011).
"Sekarang produksi minyak sudah cenderung mengalami kenaikan. Sampai saat ini rata-rata sudah 910 ribu bph. Bulan depan diharapkan naik 915 ribu bph," harapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya agar produksi minyak dapat meningkatkan dibutuhkan eksplorasi migas secara besar-besaran mengingat selama 10 tahun terakhir, belum ada eksplorasi skala besar yang dilakukan di Indonesia.
Pihaknya juga mengakui terus menekankan kepada pihak kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) untuk terus berusaha meningkatkan produksi. Baik itu melalui EOR (Enhance Oil Recover), hingga workover pada sumur-sumur migas yang ada.
"Kita akan wajibkan para kontraktor untuk melakukan EOR agar produksi minyak dapat meningkat. Kita memberi masukan beberapa peraturan yang mendukung ke arah situ," kata Rubi.
Seperti diketahui, produksi minyak nasional RI ditargetkan dalam APBN-P 2011 sebesar 945 ribu bph. Namun sampai saat ini produksi belum optimal dan dinilai masih jauh dari target yang ingin dicapai.
Untuk tahun depan, pihak pemerintah mengusulkan produksi minyak dalam RAPBN 2012 sebesar 950 ribu bph. Apakah target tersebut dapat tercapai?
(nrs/dnl)











































