Hal tersebut disampaikan Pengamat Perminyakan Kurtubi ketika ditemui di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (23/9/2011).
"Ya karena mengecewekan. Faktor indikatornya adalah produksi minyak nasional tetap anjok," tanggapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UU Migas juga cacat hukum, namun menteri ini tidak ada inisiatif untuk perbaiki itu," tambah Kurtubi.
Maka itu ditegaskan olehnya agar sebaiknya Menteri ESDM yang sekarang ini perlu dicari pengganti yang lebih baik.
"Jadi layaklah diganti dengan yang lebih bagus," singkatnya.
Hal ini pun sama seperti pernyataan Pri Agung Rakhmanto selaku Direktur Ekskutif ReforMiner Institute. Pri Agung mengatakan Kementerian ESDM seolah disorientasi di bawah kepimpinannya.
Diharapkan, jika perlu dilakukan reshuffle maka hal tersebut dinilai pantas. Pri Agung juga berpendapat agar dicarikan pengganti yang berasal dari profesional murni.
(nrs/dnl)











































