Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Kamis (29/9/2011).
"Separuhnya jadi tahun ini. Selebihnya mungkin telatnya sedikit. Itu mungkin karena proses di tender. Karena kalau pemenangnya sudah ditunjuk, itu pengerjaannya akan cepat sekali, 3 bulan cepat selesai. Ini kan lama di tendernya," jelas Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapasitasnya tidak terlalu besar, karena kan untuk pulau-pulau. Kapasitasnya itu sekitar 20 MW," tambahnya.
Sejauh ini, pihaknya masih terus berkonsentrasi untuk mengurusi perihal tender proyek pembangkit tersebut. PLN ingin dalam satu pulau ada dua investor, maka itu harus berhati-hati mengerjakannya.
"Kita harus ada partner dalam negeri, karena kita tidak ingin kalau terjadi kerusakan kemudian yang tanggung jawab di luar negeri," terang Dahlan.
Terkait program 1000 PLTS, Dahlan juga menambahkan masih melakukan proses tender dalam proyek tersebut. Proyek tersebut baru dimulai tahun depan dan untuk tiga tahun mendatang.
"Jadi untuk yang 1000 PLTS, itu dimulai tahun depan, tapi untuk tiga tahun. Nanti itu lebih cepat lagi karena pengalaman yang sudah ada di program 100 PLTS," ungkapnya.
(nrs/hen)











































