Naik 500%, AKR Incar Penjualan 1,2 Juta Ton Batubara di 2012

Naik 500%, AKR Incar Penjualan 1,2 Juta Ton Batubara di 2012

- detikFinance
Rabu, 05 Okt 2011 17:31 WIB
Naik 500%, AKR Incar Penjualan 1,2 Juta Ton Batubara di 2012
Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan penjualan batubara sebanyak 1,2 juta ton di 2012. Dengan memfokuskan penjualan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri total penjualan ini meningkat enam kali lipat dari penjualan tahun ini yang diproyeksikan sebanyak 200 ribu ton.

Demikian diungkapkan Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo dalam konferensi persnya di Investor Summit 2011, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

"Untuk tahun ini kita targetkan bisa menjual batubara sebanyak 200 ribu ton. Nah tahun depan bisa mencapai 1,2 juta ton karena pada tahun depan banyak tambang kita yang akan beroperasi," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan memang baru memulai produksi batubara di tambang perseroan yang berlokasi di Kalimantan Tengah pada Juni 2011. Tambang ini dibeli perseroan pada November 2009 dengan kepemilikan sebesar 94,6%.

"Ini bisnis baru kami yang terintegrasi dengan bisnis distribusi BBM di wilayah Kalimantan," jelasnya.

Perseroan memiliki lima konsesi di tambang ini seluas 24.388 hektare. Cadangan batubara yang telah diketahui dari satu konsesi ada sebesar 12 juta metrik ton.

"Produksinya masih sedikit, tahun ini saja baru 200 ribu ton. Nanti di 2015, produksinya kami targetkan sebesar lima juta ton," ujarnya.

Lebih jauh Haryanto mengatakan, perseroan juga telah memiliki terminal batubara Muara Teweh berkapasitas 1.000 metrik ton per jam dan terminal Teluk Timbau yang sedang diselesaikan pembangunannya.

Melalui terminal ini, perseroan akan mengirimkan batubara yang dijual ke terminal batubara AKR Guigangdi China.

"Dengan infrastruktur yang kami bangun, kami juga memiliki potensi untuk membeli batubara langsung di sekitar lokasi pertambangan. Nanti akan dipasarkan di China melalui terminal kami yang telah ada, di sana akan diolah menjadi batubara ramah lingkungan," pungkasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads