Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011).
"Pengaturan volume konsumsi (BBM subsidi) ini akan menghemat anggaran Rp 4,9 triliun. Sehingga total subsidi BBM (2012) Rp 118,7 triliun lebih rendah dari usulan awal Rp 123,6 triliun," tutur Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus sebelumnya mengatakan, pembatasan konsumsi BBM subsidi ini harus dilakukan pemerintah karena tiap tahun konsumsi bensin premium selalu naik 8%. Tanpa pembatasan ini maka konsumsi BBM subsidi di 2012 isa mencapai 43,7 juta kiloliter (KL).
Lewat pembatasan konsumsi premium kendaraan roda empat di Jawa-Bali ini, maka pemerintah bisa menekan volume konsumsi BBM subsidi menjadi 37,8 juta KL yang terdiri dari 22,2 juta KL premium dan 15,6 juta KL minyak tanah & solar.
(dnl/hen)











































