Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, dana investasi ini diperlukan untuk penambahan tangki pendam BBM non subsidi (pertamax cs) di SPBU seluruh Indonesia.
"Dari sekitar 4.400 SPBU, Pertamina hanya memiliki 70 SPBU. Sisanya dimiliki swasta," kata Karen dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Senin (10/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, investasi penambahan dua tangki pendam, dua dispenser, dan kanopi di setiap SPBU akan membutuhkan dana Rp 393 juta.
"Untuk pembelian dan pemasangan tangki pendam dibutuhkan dana Rp 100 juta dan pembelian dua dispenser mencapai Rp 170 juta," rinci Karen.
Berdasarkan perhitungan Pertamina, total investasi infrastruktur bagi SPBU di Jawa-Bali dapat mencapai Rp 232 miliar. Sedangkan yang di luar Jawa-Bali mencapai Rp 291 miliar.
"Jadi, total investasi mencapai Rp 513 miliar," singkatnya.
(nrs/dnl)











































