Marak Pencurian, 9% dari Total Daya Listrik PLN Raib

Marak Pencurian, 9% dari Total Daya Listrik PLN Raib

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Sabtu, 15 Okt 2011 12:11 WIB
Marak Pencurian, 9% dari Total Daya Listrik PLN Raib
Jakarta - PT PLN (persero) menyampaikan, secara nasional, dari target daya hilang alias losses listrik yang ditetapkan tahun ini sebesar 9%, sebanyak 1-2% diakibatkan terjadi karena adanya tindak pencurian listrik.

Demikian disampaikan Manajer Humas PLN, Bambang Dwiyanto yang ditemui di kantornya, Jumat malam, Jakarta (15/10/2011).

"Ini (pencurian listrik) yang menyebabkan adanya losses jaringan listrik non teknis. Kerugian losses mencapai 9% tahun ini tapi tidak semua karena pencurian, paling hanya 1-2%, lainnya diakibatkan secara teknis," kata Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, pihaknya mengklaim sudah dapat menekan beban hilangnya penyaluran listrik dari tahun ke tahun. "Dulu losses kita mencapai angka double digit, sekarang sudah mencapai 9%," tuturnya.

"Sekarang, selain orang PLN, banyak yang mengerti listrik. Sehingga mereka ada yang bisa nyolong listrik," tambah Bambang.

Tapi, dia mengingatkan, hal semacam itulah yang mengakibatkan adanya gangguan teknis bagi penerangan rumah yang terkadang berujung pada terjadinya kebakaran.

PLN mengaku mensiasati hal ini dengan adanya pemasangan sekering yang bekerja ketika terjadi gangguan listrik. Tapi, lanjutnya banyak orang yang sembarang mengutak-atik listrik di rumahnya membuat sekering pengaman tidak bekerja sesuai sistemnya.

"Kebakaran terjadi karena korsleting, sekering sebagai pengaman yang mematikan listrik rumah jika terjadi sesuatu tidak berfungsi. Karena meteran listrik sering diutak-atik, untuk disalahgunakan," jelas Bambang.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads