Pertamina Tak Terima Dituduh Sebagai Mafia Minyak

Pertamina Tak Terima Dituduh Sebagai Mafia Minyak

- detikFinance
Senin, 17 Okt 2011 11:02 WIB
Pertamina Tak Terima Dituduh Sebagai Mafia Minyak
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengaku kesal dituduh sebagai mafia minyak yang memberhentikan pasokan avtur bagi PT Merpati Nusantara Airilines (MNA) di Surabaya dan Makassar akibat belum dibayarnya piutang sebesar Rp 550 miliar.

Sebelumnya, Serikat Pekerja BUMN Bersatu menuduh adanya mafia minyak di tubuh Pertamina atas penghentian pasokan bahan bakar pesawat alias avtur Merpati.

Pernyataan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Mochammad Harun selaku VP Corporate Communication Pertamina kepada detikFinance yang ditemui di acara World Renewable Energy Congress, Nusa Dua, Bali, Senin (17/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mafia apanya? Kita enggak mau dibilang seperti itu," tegas Harun.

Menurut Harun, penudingan bahwa mafia minyak menjadi latar belakang aksi pemberhentian pasokan avtur yang dilontarkan SP BUMN Bersatu adalah hal yang tidak mendasar.

"Serikat Pekerja BUMN yang bilang Pertamina itu mafia minyak kan orang Merpati juga kan. Kenapa seperti itu? Kita enggak mau, bicarakan lah baik-baik. Kita kan sebetulnya hanya ingin meminta jaminan (pembayaran utang) dari Merpati. Kenapa dipolitisir seperti ini," keluhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Komite Pimpinan Pusat Arief Poyuono menyampaikan bahwa Merpati dengan waktu yang tepat juga harus membayarkan uang makan, transportasi, dan lembur karyawannya sejumlah rp 7,5 miliar. Sedangkan sebanyak Rp 1,5 miliar sudah disetorkan Merpati ke Pertamina ditambah ada jaminan dari PPA terkait pembayaran tagihan bahan bakar tersebut.

Selain itu, rencananya bulan depan dana kucuran untuk Merpati dari pemerintah akan turun sebesar Rp 561 miliar. Menurutnya, semua itu tidak mengurungkan niat Pertamina untuk menghentikan pengisian bahan bakar Merpati.

"Sungguh ironis sekali yang dilakukan Pertamina terhadap Merpati yang merupakan sesama perusahaan milik negara,berbeda dengan perlakuan Pertamina terhadap TPPI (PT Trans Pacific Petrochemical Indotama) perusahaan swasta yang berhutang triliunan rupiah dan tidak pernah dibayar tetap mendapat pasokan bahan baku dari Pertamina," imbuhnya.

Ia mengatakan, Merpati airlines merupakan satu-satunya perusahaan penerbangan perintis dan domestik di Indonesia Timur, baik di kota besar maupun daerah yang terpencil. Dengan adanya emobargo bahan bakar ini maka sistem Transportasi Indonesia Timur akan terganggu.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads