Jadi Wamen ESDM, Widjajono Fokus ke Investasi Migas dan Energi Murah

Jadi Wamen ESDM, Widjajono Fokus ke Investasi Migas dan Energi Murah

- detikFinance
Senin, 17 Okt 2011 14:41 WIB
Jadi Wamen ESDM, Widjajono Fokus ke Investasi Migas dan Energi Murah
Jakarta - Guru Besar ITB Widjajono Partowidagdo yang telah ditunjuk sebagai Wakil Menteri ESDM mengaku akan berupaya meningkatkan iklim investasi migas dan energi murah. Ide-ide Widjajono telah dituangkan ke bukunya.

Widjajono berharap dengan prioritas tersebut, pengembangan maupun produksi migas nasional setidaknya dapat diangkat. Karena sejauh ini produksi minyak saja masih jauh dari target yang ditetapkan.

Rencananya kalau jadi wakil menteri ESDM apa pak prioritasnya? "Hm, itu kan bisa dilihat di buku saya. Jadi meningkatkan iklim investasi sektor minyak dan gas, membenahi sistim fiskal, dan menerapkan energi murah," jawabnya ketika dihubungi detikFinance melalui sambungan telepon, Jakarta, Senin (17/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan meningkatkan investasi migas dan mengembangkan energi murah, maka dana subsidi bisa ditekan dan dialihkan ke infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

Sebelumnya, ketika dihubungi sejumlah wartawan, dirinya mengatakan agar perlu memberesi energi, meningkatkan produksi migas, membenahi masalah listrik, batubara dan pertambangan umum. Dia juga akan memberi masukan atau input kepada Menteri ESDM yang baru nanti.

Widjajono, kelahiran Magelang 16 September 1951 merupakan dosen sekaligus Guru Besar Program Studi Teknik Perminyakan ITB. Alumnus Teknik Perminyakan ITB ini merupakan teman kuliah satu angkatan dengan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Menurut data yang dikutip dari ITB, Widjajono tercatat pernah tergabung sebagai Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Penasehat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas), serta Kaukus Migas Nasional Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).

Hingga saat ini, Widjajono telah menulis dua buah buku yakni Memahami Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002).

(nrs/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads