Hal ini disampaikan General Manager UBP Bali Indonesia Power, Antonius RT Artono yang ditemui di kantornya, Pesanggaran, Bali, Selasa (18/10/2011).
"Beban puncak tadi malam mencapai 579 MW. Ini adalah rekor tertinggi yang terbaru dicetak di UBP Bali ini," kata Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin kegiatan di Bali lagi padat di bulan ini, dan memang sedang ada event internasional dan sebagainya, jadi puncak rekor tadi tercetak 579 MW," tukasnya.
Sedangkan, konsumsi listrik di wilayah Bali sudah mencapai 3,2 Twh dengan pemakaian BBM Kit bagi Bali sudah mencapai kurang lebih 763 juta liter setahun.
Namun meski demikian, Senin lalu sempat terjadi pemadaman listrik sebanyak dua kali selama beberapa detik, karena beban listrik yang berlebihan.
Namun Anton mengatakan ketika itu memang sedang terjadi pemeliharaan instrumen kebutuhan listrik yang ada di Bali.
Selain itu gempa yang terjadi beberapa hari lalu juga mengakibatkan beberapa alat rusak dan menimbulkan gangguan padamnya beberapa gardu induk di Bali.
"Kemarin kebetulan kita juga langsung mengadakan konferensi pers. Jadi akibat gempa bumi beberapa hari lalu, ada insolator di PMS pemisah yang memang dijadwalkan pemeliharaan. Tapi ketika diperbaiki, instrumen tersebut ternyata patah menjadi tiga bagian. Akibatnya ada 9 gardu induk yang padam, termasuk di Nusa Dua kemarin," ungkapnya.
Karena gempa beberapa hari lalu, beberapa peralatan kelistrikan mengalami penggeseran sehingga terjadi sedikit kerusakan.
(nrs/dnl)











































