Demikian disampaikan General Manager UBP Bali Indonesia Power, Antonius RT Artono yang ditemui di kantornya, Pesanggaran, Bali, Selasa (18/10/2010).
"Itu sudah ditandatangani kontraknya, kontraktornya adalah Sumitomo. Sampai saat ini progresnya masih dalam tahap manufacturing untuk kabelnya. Karena kabel tersebut bukan kabel biasa seperti di pasaran. Namun harus ada kontrak untuk pembeliannya baru dibuatkan," terang Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pembangunannya, kemungkinan besar akan dilakukan di awal tahun depan setelah musim arus di selat Bali sudah aman. Sekarang kabelnya masih pabrikasi. Akan ada dua kabel yang mengaliri listrik dari Jawa dengan kapasitas 2x100 MW, masing-masing 100 MW," jelas Anton.
Rencananya, kabel akan dipasang di dua titik masing-masing pulau. Dari Jawa akan di pasang di desa Lampu Merah di Bali, dan di desa Watudodol di Jawa. Kedua tempat tersebut adalah titik terdekat antara dua pulau untuk bisa disambungi kabel.
Sedangkan suplai listrik nanti akan dialirkan dari pembangkit di Jawa yakni PLTU Paiton, Jawa Timur. Dengan disambungnya kabel tersebut, maka pembangkit yang sudah eksisting di Bali akan digunakan sebagai kebutuhan untuk beban puncak di Bali.
Tetapi, ketika ditanya berapa nilai investasi yang dihabiskan untuk pembangunan kabel bawah laut tersebut, Anton mengaku tidak hapal angkanya.
(nrs/ang)











































