Demikian disampaikan oleh Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran pers, Selasa (18/10/2011).
"Kelistrikan di Sumbagsel bakalan semakin tangguh, baik dari sisi pasokan maupun kualitas keandalan menyusul telah beroperasinya PLBG Talang Duku dengan kapasitas 60 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) Sei Gelam Jambi berkapasitas 12 MW," tutur Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua pembangkit listrik ini merupakan bagian dari proyek sewa atau sewa beli pembangkit listrik di wilayah Sumbagsel yang saat ini sedang berjalan dengan total kapasitas mencapai 232 MW," jelas Bambang.
Pengadaan PLBG Talang Duku merupakan kontrak perjanjian dengan skema sewa beli/Build Own Operate and Transfer (BOOT) antara PLN Pembangkitan Sumbagsel dengan konsorsium PT PP Tbk-PT Bangun Energy Resources-PT Navigat Energy-PT SNC Lavalin, dan General Electric.
"Kontrak perjanjiannya telah ditandatangani pada 24 Maret 2011," imbuh Bambang.
Sedangkan PLTMG Sei Gelam merupakan kontrak perjanjian dalam skema sewa antara PLN) dengan PT Kertabumi Teknindo yang telah ditandatangani pada 25 April 2011.
Pendanaan pembangunan PLBG Talang Duku maupun PLTMG Sei Gelam berasal dari berasal dari kontraktor/pengembang. Selanjutnya, PLN akan melakukan pembayaran berdasarkan produksi kWh yang dihasilkan selama masa kontrak selama 7 tahun sejak beroperasi secara komersial (COD/Commercial of Date) untuk PLBG Talang Duku dan jangka waktu 6 Tahun sejak COD untuk PLTMG Sei Gelam Jambi.
"Pengoperasian PLBG Talang Duku dan PLTMG Sei Gelam juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan BBM. Diperkirakan potensi penghematan pemakaian BBM bisa mencapai 134 juta liter per tahunnya atau setara dengan Rp 1,2 triliun / tahun," papar Bambang.
PLN akan terus menggenjot pemanfaatan gas untuk pembangkit-pembangkitnya sehingga bisa melakukan efisiensi yang lebih ketat lagi.
Selain itu, Bambang menjelaskan dalam waktu dekat PLN akan membangun Pembangkit Peaker di Sei Gelam Jambi sebesar 90 MW dengan memanfaatkan teknologi CNG (Compressed Nutural Gas).
Teknologi ini memungkinkan gas marginal yang relatif kecil jumlah gasnya yang banyak tersedia di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi untuk dimanfaatkan bagi pembangkit-pembangkit Peaker dengan kapasitas besar.
Dalam beberapa bulan ke depan terdapat beberapa pembangkit yang juga akan segera masuk ke sistem Sumatera, diantaranya pada Desember 2011 ini akan segera beroperasi pembangkit sewa beli PLTG Payo Selincah dengan kapasitas 100 MW dan PLTU Sebalang Unit 1 dengan kapasitas 100 MW.
Sedangkan pada awal 2012, segera menyusul beroperasinya pembangkit sewa beli PLBG Borang dengan kapasitas 60 MW dan PLTU Sebalang Unit 2 berkapsitas 100 MW.
(dnl/hen)











































