General Manager Indonesia Power UBP Bali, Antonius RT Artono mengatakan gas yang diproduksi nanti akan dipasok untuk keperluan pembangkit listrik.
"Kita sedang dalam proses diskusi dan bekerjasama dengan Pertagas untuk membangun infrastruktur regasifikasi LNG di Pesanggaran, dekat Pelabuhan Benoa, Bali," ujar Antonius ditemui di kantornya, Pesanggaran, Bali, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk gasnya sudah ada, kita memang membutuhkannya secepat mungkin. Kita akan ada schedule untuk membahas masalah ini. Kita menyiapkan skenario untuk pasokan gas itu," ungkap Anton.
Dijelaskan olehnya, pihaknya membutuhkan pasokan gas 20 mmscfd selama tiga tahun pertama selama pembangunan proyek Bali Crossing yang menghubungkan listrik dari Jawa ke Bali belum rampung. "Kita butuh 20 mmscfd untuk tiga tahun pertama," tuturnya.
"Tapi, jika Bali Crossing sudah jadi maka pembangkit di Bali kita mnanfaatkan untuk beban puncak. Kita butuh 8 mmscfd saja. Sisanya bisa dipasok ke Indonesia Timur," kata Anton.
Menurutnya, dengan dibangunnya infrastruktur gas di Bali. Maka selama tiga tahun pertama sebelum beroperasinya Bali Crossing, pihaknya bisa menghemat pemakaian BBM hingga 250 juta liter per tahun.
Pihaknya berharap dapat rampung membangun fasilitas tersebut di 2013-2014. Pembangunan bisa dimulai 2012. Sedangkan kemungkinan gas bisa dipasok dari Bontang, Kalimantan Timur.īģŋ
(nrs/dnl)











































