Demikian diungkapkan Pengamat Perminyakan Kurtubi kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (18/10/2011).
"Jero Wacik ini tidak punya latar belakang di bidang Kementerian ESDM dan tidak punya pengalaman di situ. Demikian dipastikan beliau datang ke ESDM tidak ada konsep untuk memecahkan banyak masalah yang ada di ESDM," tanggapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, karena dia orang baru, dia butuh waktu untuk belajar," singkatnya.
Menurut Kurtubi, Jero Wacik jelas akan dibantu Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo yang ahli di bidang energi. Namun sebagai Menteri, Jero Wacik harus tahu betul duduk persoalan di Kementerian ESDM.
"Dia mungkin akan dibantu wamen. Jangan sampai dijebak wamennya. Maksudnya, jangan sampai wamen dengan konsep yang misalnya salah nanti menteri yang harus tanggung jawab. Padahal begitu banyak masalah besar yang mendesak harus diselesaikan di sektor energi nasional," tuturnya.
Produksi minyak masih rendah, pasokan gas dalam negeri kurang, termasuk juga permasalahan BBM Subsidi harus segeradituntaskan. "Gimana konsep dia untuk itu," ujar Kurtubi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini telah melantik Jero Wacik sebagai menteri ESDM menggantikan Darwin Saleh. Jero akan didampingi oleh Wakil Menteri Widjajono Partowidagdo.
Jero Wacik, kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949 sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata sejak 21 Oktober 2004. Setelah menjadi anggota DPR selama kurang dari 1 bulan, ia kembali dipercaya menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Jebolan Teknik Mesin ITB tahun 1974 dan FEUI tahun 1983 itu sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat. Nama Jero sempat moncer waktu kasus pajak impor film. Jero ketika itu membuat pernyataan kontroversial soal pajak impor film. Namun setelah menuai protes, Jero menarik ucapannya.
(nrs/qom)











































