Demikian disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo dalam Sosialisasi Penggunaan RFID di Terminal Bus Senen, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
"Hari ini kita memasang ke 254 unit mikrolet. Rencananya Kementerian ESDM akan menambah di beberapa kota-kota besar yang berada di Jawa Bali 2012 nanti," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini pemerintah berencana memasang 3.000 alat kendali kepada 3.000 angkutan umum yang melintasi SPBU yang telah dipasang detektor RFID yakni di SPBU Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, dan dua SPBU di Matraman.
"Kuotanya saat ini masih 50 liter per hari, tapi nanti akan ada penyesuaian sesuai dengan kebutuhan. Nanti angkutan umum tidak akan bisa mengisi premium di luar kota yang ditetapkan ," tutur Evita.
Karena, ke depannya pihaknya berencana menerapkan RFID ini di beberapa kota seperti Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Di kota besar tersebut, minimal akan dipasangi deyektor RFID ke lima SPBU yang ada di masing-masing kota. Ditargetkan pula sebanyak seribu angkutan.
"Kami targetkan pada Agustus 2012 nanti sudah mulai dipasang, ini memang lama karena menggunakan proses lelang dahulu," tambah Evita.
Lewat pemasangan RFID ini maka pemerintah mudah melakukan pengawasan dan menyalurkan BBM bersubsidi khususnya premium. Sedangkan, angkutan umum yang dipasangi alat deteksi tersebut hanya bisa mengisi premium sesuai jatahnya.
Evita menambahkan, syarat bagi pengusaha angkutan umum yang ingin memakai alat RFID ini adalah dengan menunjukkan STNK, KIR, Surat Izin Usaha yang masih berlaku dan pengusaha mendapatkan alat deteksi premium.
(nrs/dnl)











































