Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo yang ditemui di acara sosialisasi penggunaan RFID pada Angkutan Umum M.01 di Terminal Bus Senen, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
Dikatakan Evita penggunaan RFID ini ditargetkan bisa menghemat konsumsi BBM jenis premium sebanyak 6,2 juta kiloliter (KL) per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi statistik, pemerintah di tahun depan membutuhkan jatah konsumsi BBM subsidi mencapai 43,7 juta KL. Namun dengan jalan berhemat, pemerintah mengusulkan 40 juta KL dan pada akhirnya pemerintah disuruh DPR untuk bisa menekan konsumsi sebesar 2,5 juta KL lagi.
"Kalau tanpa bantuan alat, susah mencapainya. Makanya mudah-mudahan dengan RFID bisa kurangi 6,2 juta KL," lanjut Evita.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pada Agustus 2012 nanti pihaknya ingin menerapkan ini sampai ke kota-kota yang tersebar di Jawa Bali. Dengan pemasangan 1.000 tag deteksi BBM bersubsidi di 1.000 angkutan umum dan 4 detektor BBM bersubsidi di 4 SPBU pada masing-masing kota seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan sebagainya.
"Untuk pengerjaannya, tahun depan akan kita tenderkan lagi," singkatnya.
(nrs/dnl)











































