Hal tersebut diungkapkan Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji yang ditemui di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
"Insya Allah akhir Februari-Maret ada kenaikan gas 200 bbtu per hari," singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah dalam track, dan jadwalnya nampaknya sudah mulai turun, Februari nanti mulai diujikan, dan akhir Maret nanti mulai Komersial," terangnya.
Sedangkan, gas bagi FSRU Muara Karang tersebut akan dipasok dari Bontang, Kalimantan Timur.
Selain itu, pihak PLN saat ini sedang melakukan finalisasi kontrak swap gas di Jambi Merang. Dijadwalkan tanggal 20 Oktober 2011 ini finalisasi pertukaran gas sudah bisa dimulai, tapi baru pihak PLN yang menyelesaikan dokumennya.
"Masih ada finalisasi dokumen yang harus diselesaikan pihak pemasok gasnya, yaitu Jambi Merang, ConocoPhilips, dan PGN," ungkap Nur Pamudji.
Seperti diketahui, pihak PLN memang membutuhkan pasokan gas untuk kebutuhan pembangkit listriknya yang ada. Karena kurangnya pasokan gas, terpaksa BUMN listrik tersebut menggunakan pemakaian BBM yang lebih mahal untuk bahan bakar pembangkitnya sehingga lebih boros.
Bahkan, sampai saat ini pihak PLN masih terus membuka kemungkinan untuk meminta pasokan gas impor. Sebelumnya pihaknya berencana untuk meminta gas dari beberapa negara seperti Iran, Australia, hingga Papua New Guinea.
(nrs/hen)











































