Demikian disampaikan Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji yang ditemui di kantor pusat PLN, jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
"Secara keseluruhan (proyek 10 ribu MW) kita rancang selesai di ahir 2014. Karena ada dua PLTU yang sengaja kita undur COD-nya (Commercial Operation Date) di 2014. Yaitu PLTU Adipala dan PLTU Tanjung Awar Awar," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak semua PLTU selesai di 2014, karena kita mengikuti masalah gas juga yang bertahap. Kapasitasnya pun ikita ikuti secara gradual berdasarkan konstruksinya, jadi kita jadwalkan lagi pengaturannya sedemikian rupa dan cocok dengan kenaikan konsumsi listrik. Karena itu kita undurkan penyelesaiannya," tutur Nur Pamudji.
Sedangkan, untuk perkembangan pembangkit lainnya, dirinya mengatakan sudah ada pembangkit 10.000 MW yang diresmikan Januari 2010 lalu. Kemudian, dua minggu yang lalu PLTU Indramayu sudah diresmikan juga.
"Ada juga beberapa pembangkit yang sudah sinkronisasi dan terhubung ke jaringan PLN. Itu adalah PLTU Paiton, senin lalu sudah sinkron, akhir tahun ini diperkirakan sudah bisa selesai dan komersial. Tapi sebelum COD, PLTU Paiton juga sudah membangkitkan listrik ke jaringan PLN," jelasnya.
Katanya, untuk tahun ini juga masih ada beberapa pembagkit yang masih dalam proses produksi dan tes selain PLTU Paiton, yakni PLTU Suralaya unit 8. Termasuk juga PLTU Rembang yang berkapasitas 2x300 MW.
"Ada juta PLTU Pacitan dan PLTU Pelabuhan Ratu juga masih dalam proses tes. Juga ada PLTU Teluk Naga di Tanggerang itu ada sebanyak dua unit. Jadi di Jawa ini sudah ada yang dalam proses tes, dan dua pembangkit dalam masa konstruksi, dan dua lagi masih dalam persiapan, belum proses konstruksi," tukasnya.
Pembangunan proyek PLTU 10 ribu MW terhambat karena berbagai masalah yang dihadapi. Akibatnya pemerintah terpaksa menambah anggaran Rp 5,02 triliun di 2011 karena PLN masih harus menggunakan BBM untuk pembangkit listriknya.
(nrs/dnl)











































