Demikian disampaikan Menteri ESDM Jero Wacik saat ditemui usai pertemuan bilateral dengan Rusia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (27/10/2011).
"Bantuan dalam bidang pendidikan dan latihan tenaga kerja di bidang pertambangan karena Rusia itu maju sekali pertambangan dan energinya. Kita sekarang kan baru menuju 1 juta barel per hari, mereka sekarang produksinya sudah 9,9 juta barel per hari. Jadi luar biasa majunya Rusia di bidang energi dan pertambangan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya di sektor energi dan sumber daya mineral banyak sekali hubungannya dengan Rusia, tadi disinggung misalnya pembuatan kereta api batubara di Kalimantan, Bauksit di Kalimantan Barat, Nikel di Halmahera, kereta api di Sulawesi untuk tambang," paparnya.
Dengan demikian, Jero yang mengaku baru jadi Menteri ESDM satu minggu ini, akan memulai dengan menyelesaikan persoalan-persoalan kecil yang akan menghambat dimulainya semua proyek tersebut.
"Kita dekatkan diri dengan mereka dan mereka sangat serius, tugas saya hanya mempercepat yang lambat-lambat, tadi wamen ESDM-nya tanya kapan kita mulai, makanya dipermudah yang kontrak produksi yang sulit, diringankan, dipermudah. Jangan nanti antara otonomi daerah, pembebasan lahan, ada orang mau cari untung di depan itu ribet, nggak mulai-mulai kita," pungkasnya.
(nia/dnl)











































