Selain pameran juga dilakukan diskusi yang membahas energi yang bersih di masa mendatang dari 130 narasumber dari berbagai organisasi international, seperti Alstom Power, Asian Development Bank (ADB), Gamesa, GE Energy, DNV, dan lainnya.
Kegiatan yang diselenggarakan Koelnmesse dan Sustainable Energy Association of Singapore (SEAS) dibuka oleh Michael Dreyer selaku vice Presiden Koelnmesse Asia Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari Asian Development Bank (ADB) yang diwakili Gil-Hong Kim dari Departemen Pembangunan Regional dan Berkelanjutan ADB mengatakan, negara-negara di Asia sangat membutuhkan energi alternatif, sebab diperkirakan pada 2050, kebutuhan energi di Asia akan mencapai 40 persen dari kebutuhan di dunia,
"Jika permintaan energi ini dipenuhi melalui bahan bakar fosil, maka emisi karbon akan meningkat, dan banyak bangsa akan rentan terhadap perubahan iklim," katanya.
Namun, dalam mengembangkan energi baru yang bersih di Asia-Pasific saat ini masih terkendala beberapa hal, salah satunya terkait anggaran, meskipun potensi Asia Pasifik cukup besar dalam mengembangkan energi bersih.
Selain Dreyer dan Kim, pembukaan Clean Energy Expo Asia tahun ini, juga menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup dan Air Bersih Singapura, Dr Vivian Balakrishnan, yang intinya sangat mendukung adanya berbagai pencapaian teknologi yang melahirkan energi baru yang bersih.
Sesuai jadwal dari panitia, para pembicara yang akan tampil dalam Clean Energy Expo Asia antara lain Gil-Hong Kim (Bank Pembangunan Asia/ADB), Edwin Khew (Sustainable Energy Association of Singapore/SEAS), Li Junfeng (Energy Research Institute, National Development and Reform Commission, China), Mark Bunger (Research Director, Lux Research), Michael Liebreich (CEO, Bloomberg New Energy Finance), Peter du Pont, Ph.D, (Vice President, Clean Energy-Asia, Nexant Inc), Stephen Wittkopf (Director of Solar and Energy Efficient Buildings Cluster, SERIS), Ramon Terrones (Regional Director for Asia Pacific & Oceania, Gamesa Corporation), Bartosz Wojszczyk (Global Director, Smart Grid Technical Solutions, GE Energy MLS), serta Lloyd Wright (Senior Transport Specialist, Asian Development Bank).
Sementara Carbon Forum Asia 2011, akan dimulai pada Rabu (2/11/2011) di Marina Bay Sands.
"Sekitar 1.000 peserta dari 50 negara akan mengikuti pertemuan ini. Di antaranya India, Indonesia, Australia, China, Hongkong, Italia, Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab,"
kata Dreyer.
Pertemuan ini akan mendiskusikan sejumlah isu seperti anggaran, keamanan, dan energi terkait pembatasan emisi karbon di Asia.
(tw/dnl)











































