Harga Minyak RI Lesu 'Tertular' Krisis Utang Eropa

Harga Minyak RI Lesu 'Tertular' Krisis Utang Eropa

- detikFinance
Rabu, 02 Nov 2011 14:06 WIB
Harga Minyak RI Lesu Tertular Krisis Utang Eropa
Jakarta - Proyeksi penurunan permintaan minyak global di tahun ini membuat harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) turun US$ 1,75 per barel menjadi US$ 109,25 per barel.

Demikian disampaikan oleh Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip dari situs Ditjen Migas, Rabu (2/11/2011).

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu perekonomian dunia masih dibayangi kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi akibat krisis utang zona Eropa dan recovery perekonomian AS yang berjalan lambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia di Oktober 2011, berdasarkan perhitungan Formula ICP turun US$ 1,75 per barel dari US$ 111 per barel pada bulan sebelumnya, menjadi US$ 109,25 per barel.

Sementara harga Minas/SLC turun US$ 1,99 per barel dari US$ 112,50 per barel menjadi US$ 110,51 per barel.

Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) dan OPEC di Oktober 2011, proyeksi permintaan minyak global di 2011 menunjukan penurunan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Ada beberapa alasan, yakni :
  • IEA merevisi permintaan minyak global di 2011 menjadi sebesar 89,2 juta barel per hari atau turun 0,05 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat rendahnya konsumsi minyak Negara OECD pada triwulan III-2011 dan penurunan asumsi pertumbuhan PDB dunia.Β 
  • OPEC merevisi permintaaan minyak global di 2011 menjadi sebesar 87,8 juta barel per hari atau turun 0,18 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat ketidakpastian kondisi ekonomi dunia di 2011, kebijakan pengurangan konsumsi minyak untuk transportasi di China dan turunnya komsumsi minyak di India akibat kenaikan harga eceran produk.
Penurunan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh aspek geopolitik yaitu dengan berakhirnya rezim Khadafi meningkatkan harapan kembali stabilnya pasokan dari Libya.

Di Asia Pasifik, impor minyak China mengalami penurunan sedangkan di Jepang konsumsi listrik turun selama tujuh bulan terakhir yang berimbas pada penurunan impor minyak Jepang.

Namun ada beberapa faktor yang menahan penurunan harga minyak dunia yakni :
  • Upaya komprehensif dari kekuatan ekonomi dunia (G20, IMF dan China) untuk menyelesaikan krisis finansial zona Eropa.
  • Rendahnya stok minyak mentah kawasan Eropa dan turunnya stok gasoline dan distillate di AS.
  • Melemahnya nilai tukar dolar AS khususnya kepada Euro sehingga meningkatkan data tarik komoditas minyak.
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional di Oktober 2011 dibandingkan September 2011, sebagai berikut:
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,82 per barel dari US$ 85,61 per barel menjadi US$ 86,43 per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,12 per barel dari US$ 109,91 per barel menjadi US$ 108,79 per barel.
  • Tapis (Platts) turun sebesar US$ 4,43 per barel dari US$ 119,73 per barel menjadi US$ 115,30 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 1,36 per barel dari US$ 107,61 per barel menjadi US$ 106,25 per barel.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads