Demikian disampaikan oleh Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip dari situs Ditjen Migas, Rabu (2/11/2011).
Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu perekonomian dunia masih dibayangi kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi akibat krisis utang zona Eropa dan recovery perekonomian AS yang berjalan lambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara harga Minas/SLC turun US$ 1,99 per barel dari US$ 112,50 per barel menjadi US$ 110,51 per barel.
Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) dan OPEC di Oktober 2011, proyeksi permintaan minyak global di 2011 menunjukan penurunan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Ada beberapa alasan, yakni :
- IEA merevisi permintaan minyak global di 2011 menjadi sebesar 89,2 juta barel per hari atau turun 0,05 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat rendahnya konsumsi minyak Negara OECD pada triwulan III-2011 dan penurunan asumsi pertumbuhan PDB dunia.Β
- OPEC merevisi permintaaan minyak global di 2011 menjadi sebesar 87,8 juta barel per hari atau turun 0,18 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, akibat ketidakpastian kondisi ekonomi dunia di 2011, kebijakan pengurangan konsumsi minyak untuk transportasi di China dan turunnya komsumsi minyak di India akibat kenaikan harga eceran produk.
Di Asia Pasifik, impor minyak China mengalami penurunan sedangkan di Jepang konsumsi listrik turun selama tujuh bulan terakhir yang berimbas pada penurunan impor minyak Jepang.
Namun ada beberapa faktor yang menahan penurunan harga minyak dunia yakni :
- Upaya komprehensif dari kekuatan ekonomi dunia (G20, IMF dan China) untuk menyelesaikan krisis finansial zona Eropa.
- Rendahnya stok minyak mentah kawasan Eropa dan turunnya stok gasoline dan distillate di AS.
- Melemahnya nilai tukar dolar AS khususnya kepada Euro sehingga meningkatkan data tarik komoditas minyak.
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,82 per barel dari US$ 85,61 per barel menjadi US$ 86,43 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,12 per barel dari US$ 109,91 per barel menjadi US$ 108,79 per barel.
- Tapis (Platts) turun sebesar US$ 4,43 per barel dari US$ 119,73 per barel menjadi US$ 115,30 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar US$ 1,36 per barel dari US$ 107,61 per barel menjadi US$ 106,25 per barel.











































