Hal ini dilakukan dalam rangka pemanfaatan gas CBM untuk pembangkit listrik untuk pertama kalinya di Indonesia. Penandatanganan ini dilakukan di kantor Kementerian ESDM yang disaksikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik.
"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM secara terus menerus berupaya meningkatkan penggunaan gas bumi untuk kebutuhan gas dalam negeri khususnya untuk pasokan tenaga listrik," kata Jero Wacik di kantornya, Jumat (4/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu lingkup MoU ini adalah pihak Vico yang bersedia menjual dan menyalurkan gas metana batubara kepada pihak PLN dengan volume yang cukup untuk menyuplai listrik bagi konsumen lokal dengan pasokan gas sebesar 0,5 mmscfd untuk priode minimal 5 tahun dan PLN akan menggunakan gas tersebut untuk didistribusikan ke desa-desa," jelasnya.
Setelah ditandatanginya nota kesepahaman ini maka, secara otomatis akan dilanjutkan pada penandatanganan jual beli gas tersebut dalam waktu yang akan datang.
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan gas yang akan diserap tadi akan dipasok untuk PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) Sindang Jaya 2,5 MW - 3 MW.
"Desember nanti pembangkitnya sudah bisa beroperasi, itu dengan sistim sewa. Jadi kita sewa dengan harga Rp 400 per kwh. Nama pembangkitnya unik, seperti nama kabupaten Sindang Jaya," kata Nur Pamudji.
(nrs/hen)











































