Selain itu, harga minyak bulan ini akan naik karena rendahnya cadangan/stok minyak komersial dunia saat ini serta penurunan pasokan minyak dari Saudi Arabia sebagai respon atas menurunnya kondisi perekonomian.
Seperti dikutip dari situs Ditjen Migas Kementerian ESDM, Sabtu (5/11/2011), Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan ada faktor yang dapat memperlemah harga minyak bulan ini yaitu ancaman krisis perekonomian global akibat buruknya kinerja ekonomi negara-negara maju khususnya AS, negara-negara Eropa dan Jepang yang masih dalam pemulihan setelah bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pada Oktober lalu harga minyak Indonesia turun US$ 1,75 per barel menjadi US$ 109,25 per barel.
Sementara dikutip dari AFP, pada perdagangan Jumat kemarin harga minyak Brent ditutup naik US$ 1,17 ke level US$ 111,97 per barel.
Minyak light sweet di New York naik tipis 19 sen ke US$ 94,26 per barel. Kenaikan ini karena masih besarnya kekhawatiran investor akan situasi krisis utang di Eropa.
(dnl/dnl)











































