Demikian perhitungan yang dihimpum Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang disampaikan oleh Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (8/11/2011).
"Berdasarkan realisasi sampai Oktober 2011, terjadi peningkatan konsumsi yang disebabkan karena kenaikan jumlah kendaraan motor yang signifikan," kata Tubagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga akan melaksanakan operasi penegakan hukum dengan kantor Menko Polhukam, Polisi, TNI/AL, Ditjen Migas. BIN, Bakorkamla, dan lainnya," janjinya.
Berikut Realisasi konsumsi yang tercapai untuk tiap jenis BBM Bersubsidi dan peningkatannya dibandingkan tahun sebelumnya:
- Premium: 21.022.582 KL (naik 10,74%)
- Minyak Tanah: 1.462.406 KL (turun 27,23%)
- Solar: 11.941.983 KL (naik 11,97%)
- Total: 34.426.971 KL (naik 8,74%)
Tubagus melanjutkan, dibandingkan dengan kuota APBN-P 2011, masing-masing BBM bersubsidi mengalami kenaikan yakni Premium melebihi kuota hingga 3,87% dan Solar mencapai 2,44%. Hanya minyak tanah yang masih 5,63% di bawah kuota yang ada.
Untuk realisasi dari Januari hingga Oktober 2011, terhadap kuota APNBN-P 2011 yang dikonsumsi sejauh ini mencapai 85,67% untuk Premium, 81.24% untuk Minyak Tanah, dan 84,37% untuk Solar. Sedangkan totalnya sudah mencapai 85,02%.
(nrs/qom)











































