Pemerintah Raup Rp 1,4 Triliun dari Lapangan Gas Wortel

Pemerintah Raup Rp 1,4 Triliun dari Lapangan Gas Wortel

- detikFinance
Selasa, 08 Nov 2011 19:49 WIB
Pemerintah Raup Rp 1,4 Triliun dari Lapangan Gas Wortel
Jakarta - Pemerintah Indonesia meraup US$ 164 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun (US$ 1 = Rp 8.500) dari hasil penjualan gas di lapangan Wortel Pantai Sampang, Madura yang dioperatori oleh Santos Pty.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan, gas yang dijual dari lapangan tersebut jumlahnya mencapai 50 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).

Sebesar 30 BBTUD ke pembangkit listrik tenaga uap Grati di Pasuruan, Jawa Timur milik PT Indonesia Power, 17 BBTUD ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sampang, sisanya ke BUMD Pasuruan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumbangan terbesar berasal dari penjualan ke Indonesia Power sebesar US$ 98 juta," kata Gde dalam siaran pers, Selasa (8/11/2011).

Dikatakan Gde, BP Migas terus mendorong produksi gas bumi sebagai penunjang industri dan kelistrikan di dalam negeri. Gas yang diproduksi di Jawa Timur, kata Gde, selama ini dijual untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut dan tidak pernah dijual ke luar Jawa Timur.

BP Migas berharap konsumen membeli gas dengan harga keekonomian sehingga perusahaan migas bisa melakukan investasi mengembangkan lapangannya dan pasokan terus bisa terjaga.

Oleh karena itu, BP Migas menyambut baik kesepakatan kenaikan harga jual gas di Lapangan Maleo di Jawa Timur antara Santos dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Kesepakatan ini dicapai dalam penandatanganan addendum kedua perjanjian jual beli gas Maleo yang dilakukan antara Santos dan PGN pada Senin, 7 November 2011 lalu.

Lapangan Maleo mulai menyuplai gas ke PGN sejak 2006 dengan jumlah pasokan sebesar 110 BBTUD. Harga jual sebelumnya sebesar US$ 2,14 per juta british thermal unit. Melalui penandatanganan addendum kedua tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menaikkan harga jual gas menjadi US$ 5 per juta british thermal unit dengan eskalasi sebesar 3% per tahun.

Dia berharap, kesepakatan serupa dapat terwujud pada kontrak-kontrak gas yang harganya masih di bawah US$ 3 per juta british thermal unit.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads